screenshot 2026 05 22 013858

Re-branding Kuliner Lokal “Bay Tat” dalam Sudut Pandang Modern

Nama :Dwi Puspita Sari
NPM :D1E023048

BENGKULU – Di tengah berkembangnya tren kuliner modern yang didominasi makanan luar negeri dan dessert kekinian, kuliner tradisional Bengkulu mulai menunjukkan eksistensinya kembali melalui Bay Tat. Kue khas Bengkulu yang identik dengan selai nanas dan tekstur lembut ini kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar oleh-oleh daerah, tetapi mulai hadir sebagai bagian dari gaya hidup anak muda. Bay Tat yang dahulu dikenal sebagai makanan bangsawan kini perlahan mengalami re-branding dengan tampilan yang lebih modern dan estetik. Beberapa pelaku usaha kuliner di Bengkulu mulai menghadirkan Bay Tat dalam bentuk mini, kemasan premium, hingga konsep penyajian ala café untuk menarik perhatian generasi muda dan wisatawan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kuliner lokal sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing dengan makanan modern apabila dikemas secara kreatif. Tidak sedikit café di Bengkulu yang mulai menjadikan Bay Tat sebagai menu pendamping kopi seperti latte, cappuccino, maupun manual brew. Perpaduan rasa manis selai nanas dengan aroma kopi dinilai mampu memberikan pengalaman baru bagi penikmat kuliner lokal. Kehadiran Bay Tat di ruang-ruang nongkrong anak muda juga menjadi bentuk pelestarian budaya daerah yang dikemas lebih relevan dengan perkembangan zaman. Banyak masyarakat mulai menyadari bahwa makanan tradisional tidak kalah menarik dibandingkan pastry atau dessert viral yang selama ini mendominasi media sosial.


Selain soal kuliner, pengalaman menikmati Bay Tat juga semakin lengkap ketika dipadukan dengan suasana santai di kawasan Berendo, Kota Bengkulu. Tempat yang dikenal sebagai “Serambi Kota” ini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat untuk menikmati sore hari bersama teman maupun keluarga. Dengan konsep ruang terbuka yang nyaman, Berendo sering dimanfaatkan anak muda sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, hingga berburu foto estetik dengan latar langit senja Bengkulu. Suasana santai tersebut menjadikan Berendo cocok sebagai lokasi menikmati Bay Tat sambil menikmati atmosfer kota tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba sensasi berbeda, Bay Tat juga dapat dinikmati dalam keadaan dingin setelah disimpan di kulkas. Tekstur selai nanas yang lebih padat memberikan sensasi rasa yang unik dan menyegarkan. Tidak sedikit pula pengunjung yang memanfaatkan suasana di Berendo untuk membuat konten media sosial dengan teknik pengambilan gambar low-angle agar arsitektur lokal dan langit senja terlihat lebih dramatis. Melalui inovasi dan sudut pandang baru, Bay Tat membuktikan bahwa kuliner tradisional Bengkulu tetap mampu bertahan dan menjadi bagian dari tren kekinian tanpa kehilangan identitas budayanya.

LINK CONTENT:

TIKTOK: https://vt.tiktok.com/ZSxDH26kx

INSTAGRAM: https://www.instagram.com/p/DYj25ihTG47/?igsh=ZzltaG5nbHg3c3o0

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top